Assalamualaikum...
Udah satu bulan (karena ini udah bulan Desember) nggak buka nih blog teranyata udah ada vicam yang ngisi. Alhamdulillah... Nggak sia-sia juga blog ini dibuat. Walaupun dengan segala keterbatasan kreativitas si pembuat (icha-nisa.red). Semoga aja temen-temen lain tergugah hatinya untuk mengisi dan memperbaiki kalau ada yang nggak berkenan di hati.
Hmmm, postingan kali ini icha pengen kita flashback bentar tentang masa-masa jaya kita. Tapi kalo dibilang masa jaya sih, nggak juga. Banyak juga sih menderitanya, yang pastinya penuh perjuangan sampe bercucuran keringat dan air mata (backsound: maju tak gentar dengan acapela)
Mungkin ada yang masih ingat dengan papan tulis yang ada di Mushala dan penuh kenangan ini...
Pasti udah pada tau kalo papan tulis ini adalah Daftar Pengurus Rohis tahun 2005-2006. Owh, udah cukup lama juga ya, kira-kira enam tahun yang lalu. Tapi, ngomong-ngomong siapa ya, yang nulis dan ngegambar papan tulis di atas? Baru nyadar semua ditulis dengan nama panggilan. Benar-benar tahun yang penuh perjuangan. Semoga apa yang kita kerjakan waktu itu berkah, ya. Amiiiiin...!
Nah, selain papan tulis yang diletakkan di basecamp kita (Mushala.red) atau lebih tepatnya emang dari sononya udah nagkring di situ, kajian juga diadain di Mushala. Kita dulu kayaknya rajin banget ya, ikut kajian. Kalo satu ikut, semua pada ikut. Mungkin, karena kita pengurus juga waktu itu. Pada suatu hari di Mushala tercinta ini kan baru aja selesai dilaksanakan sebuah kajian. Icha sendiri lupa temanya apa. Tapi, ada yang menarik dari kajian ini. Karena, selain sibuk buat dokumentasi kajian, ada juga yang sempat buat foto kayak gini...
Kalo di acara-acara resmi biasanya kan, ada tuh selebaran yang dibagikan setelah acara yang diisi sama peserta mengenai pesan, kesan, saran, dan kritik tentang acara tersebut. Nah, di sini PR cruez juga sibuk banget ngomentarin kajian ini, sampe-sampe uang infaq kajian pun masuk dalam dokumentasi. Wah, lumayan banyak juga, ya. Ternyata anak-anak rohis itu dermawan juga.
Banyak banget kenangan kita di Mushala. Semoga aja ada yang punya foto Mushala dan dimuat dalam postingan di sini. Icha nggak punya dokumentasi Mushala secara utuh. Kabarnya Mushala mau dirobohin dan akan dibangun Mushala baru di samping kantin Bu Dimo. Benar nggak, sih? Semoga kenangan kita di Mushala nggak akan hilang bersama Mushala Ulil Albab yang kabarnya bakal dirobohkan.
Pernahkah kita berpikir, akankah tiba saatnya kita akan melupakan kenangan?
Waktu yang menghilang dalam sekejap mata
Harta yang bisa menghentikan saat itu, bukan benda kenangan yang disimpan dalam kotak harta
Melainkan kenangan yang ada di dalam hati kita ^^








