THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 27 Agustus 2012

Tak Lekang oleh Waktu


Dikala sang surya mulai memancarkan sinarnya
Disaat itu pula rembulan berhenti bercahaya
Membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa
Seiring berjalannya waktu…

Bagai panah yang lepas dari busurnya
itulah usia kita….
yang selalu bertambah dan takkan pernah kembali….
Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu…
Takkan mungkin terulang kembali…
Walaupun kadang ingin kita ulangi,
Suatu kejadian yang terlalu indah untuk dilupakan

Ramadhan sudah lewat, mungkin akan kita rindukan. Fitri yang masih kita rasakan, semoga saja kekal hingga ramadhan berikutnya. Tidak sah rasanya jika di momen Ramadhan dan Idul Fitri jika kita tidak berkumpul. Seperti halnya bulan suci, PRc akan selalu di hati dan akan selalu dinanti. Pada setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan dan pada setiap perpisahan akan ada pertemuan yang lain lagi. Memang sudah takdir kita bertemu. Namun mau dibawa kemana ukhuwah ini, kitalah yang menentukan. Tidak akan cukup jika kita hanya hidup sendiri. Kita juga butuh orang lain, kita butuh teman, kita butuh sahabat.
Sejauh apapun kita berada, selalu ada jalan untuk pulang. Walau tak ada kesempatan, mungkin doa bisa membuka kesempatan itu. Selalu ada cerita dari setiap perjalanan jauh, baik itu jarak ataupun waktu. Perjalanan PRc juga sudah cukup jauh. Enam tahun bukan waktu yang singkat, namun masih kurang untuk bisa memahami satu sama lain. Mungkin butuh waktu seumur hidup, karena setiap diri kita selalu berkembang dan insya Allah menjadi lebih baik.
Persahabatan bukan hanya kata yang bisa kita sematkan di hati orang lain hanya melalui ucapan di bibir. Ia lahir dari banyak hal. Seorang sahabat tidak akan pernah lupa mengingat sahabatnya dalam setiap doanya.  Bagaimana dengan kita? Mungkin sudah, atau barangkali belum? Semoga saja persahabatan ini bukan hanya di dunia. Semoga saja Allah ridho dan mempertemukan kita nanti di surga. Tapi untuk saat ini, kita semua wajib, kudu, harus bahagia. Kunci dari setiap kebahagiaan adalah terletak dari hati yang tidak pernah lupa bersyukur.

For the last, ini ada sedikit puisi dari Khalil Gibran

Dalam persahabatan yang tanpa kata
Segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama
Menyimpan keutuhan
Ketika tiba saat perpisahan, tidak perlu berduka
Sebab apa yang kita lihat mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan
Seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan
Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa
Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih
Hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara
Hanya menangkap kekosongan semata

Icha_nisa 28/08/12